Sumber Dana untuk UKM

Kali ini kami akan ulas perihal Sumber Dana untuk UKM. Buat melaksanakan bisnis, Anda tentu membutuhkan modal sebagai pondasi usaha yang Anda bangun. Besarnya modal tergantung dari bisnis yang bakal dikerjakan.

Sumber Dana untuk UKM

Sumber Dana untuk UKM

Biasanya, membuka usaha dengan media gerobak memerlukan dana mulai Rp 2.000.000 hingga Rp 5.000.000. Jumlah yang gak begitu besar bukan? Ada beberap pilihan untuk memperoleh suntikan dana segar demi usaha yang Anda rintis.

1. Uang Sendiri

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Modal dari duit sendiri adalah taktik pertama yang paling gampang ditunaikan untuk meraih modal. Tetapi bagaimana jika uang sendiri pun belum memadai buat mengcover modal usaha yang wajib dicapai?

Pertama-tama, hitung dulu berapa jumlah kekayaan Anda. Anda juga bisa mencoba jalan investasi. Engga perlu berpikir investasi besar, Anda bisa mengumpulkan orang-orang terdekat Anda dan paparkan mengenai usaha yang Anda kerjakan. Siapa tahu mereka mau menyumbang modal awal. Tentu saja dengan adanya kesepakatan di awal tentang pembagian keuntungan dan sistem kepemilikan usaha.

2. Menggadaikan harta ke pegadaian

Apabila Anda punya harta yang berharga tinggi, contohnya emas atau barang-barang elektronik, Anda barangkali dapat menggadaikannya ke pegadaian untuk mendapatkan duwit tunai. Taktik ini lumayan praktis di dalam memperoleh uang secara gampang dan cepat. Apalagi jika Anda termasuk tipe orang yang enggan berhutang.

3. Dari Pemasok dan Penyalur

Modal bisnis selanjutnya adalah memperoleh duit dari pemasok ataupun penyalur. Orang atau perusahaan yang memasok dan menyalurkan barang ke tempat usaha Anda. Di mana teknik pembayarannya dapat dengan cara dicicil atau dengan cara kredit. Sistem ini dinamakan dengan konsinyasi.

4. Kerja Sama dengan Sahabat yang Dipercaya

Langkah ini sebenarnya mirip bersama langkah untuk mencari investor. Anda wajib sanggup memastikan teman Anda untuk menyumbangkan dana. Dalam hal ini, kumpulkan teman-teman yang udah Anda percaya. Modalnya pun kagak melulu dana segar. Namun berupa modal-modal yang udah terwujud. Misalnya perlengkapan, kaus karyawan, fasilitas promosi, atau bahkan gerobak itu sendiri.

Kuncinya yaitu kepercayaan satu dengan yang lain. Tetapi tetap jangan lupa untuk membuat surat perjanjian. Cuma untuk sekadar berjaga-jaga bila terjadi sesuatu di masa depan. Buat kejelasan berapa % laba yang bisa didapat penyumbang modal dan pelaku usaha. Misalnya Anda menargetkan pembagian keuntungan 70:30, 70% untuk Anda yang menjalani usaha, dan 30 persen untuk kawan Anda yang udah ikut menginvestasikan modalnya.

5. Pinjaman

Dalam usaha, ada prinsip yang dinamakan BODOL (Berani Optimis dengan Duit Orang Lain). Hutang berasal dari mana aja yang sanggup Anda sasar sebagai penambah modal usaha?

a. Kredit Bank

Meminjam uang di Bank sesungguhnya tak bisa sembarangan. Terdapat sejumlah hal yang mesti dipenuhi sebelum meminjam uang di Bank. Bank bakal menilai apakah Anda pantas dipinjami modal atau tidak, sesuai dengan prinsip 5 C.

♦ Character (karakter)

Hal-hal yang diperhatikan berkisar antara komitmen bisnis yang dirintis dan rekaman usaha. Contohnya pemasok, pelanggan, dan histori perbankan. Bank akan mengecek apakah bisnis Anda pernah punya sejarah hutang yang bermasalah atau gak.

♦ Capital (modal)

Bank akan memandang seberapa besar modal yang diperlukan buat bisnis. Dalam hal ini Bank engga bakal memberikan utang 100% pada wiraswasta yang mengajukan permodalan. Perlu tetap ada modal dari diri sendiri. Entah itu modal yang berasal dari modal disetor ataupun profit yang terakumulasikan menjadi modal.

Komposisi kepemilikan modal juga diawasi oleh bank. Siapa pemiliknya? Siapa pemilik uang dominannya? Siapa saja pengurus modal tersebut? Hal ini dirasa mutlak dikarenakan dengan mengetahui seluk beluk kepemilikan modal. Bank akan mengenal bagaimana keberlangsungan usaha yang dikerjakan di masa depan.

♦ Collateral (jaminan)

Umumnya bank menginginkan 2 type jaminan yang bisa dipilih salah satu atau kedua-duanya, yakni yang berbentuk contohnya peralatan, mesin, kendaraan, bangunan, atau tanah. Sedangkan untuk jaminan yang kagak berwujud yakni garansi personal atau perusahaan seperti jaminan yang diberikan asuransi pinjaman dsb.

♦ Capacity (kapasitas usaha)

Bank akan memandang faktor pendukung yang jadi kapasitas sebuah usaha. Contohnya :

  • hasil penjualan,
  • susunan biaya,
  • cashflow,
  • perputaran tagihan dan
  • cost terhadap pendapatan.

♦ Condition (kondisi usaha)

Pastikan Anda punya izin usaha. Untuk usaha mikro biasanya izin yang diperlukan hanya izin dari kelurahan atau kecamatan.

b. Pinjam berasal dari Instansi Tempat Kerja

Rata-Rata usahawan pemula pilih bermain aman. Dia masih bekerja tetap di sebuah perusahaan. Akan tetapi memiliki bisnis sampingan sebagai penunjang finansial mereka. Beruntung, jikalau Anda masih bekerja di sebuah lembaga yang mempunyai koperasi. Anda bisa meminjam duwit atau berutang pada koperasi.

Strategi ini lumayan gampang sebab Anda kagak perlu menyicil pinjaman tiap bulan. Melainkan gaji Anda akan dipotong sesuai angsuran setiap bulan. Dengan begini, Anda tetap dapat bernapas sebab mendapat gaji tiap bulannya. Sekaligus merasa lega dikarenakan modal bisnis terpenuhi. Gampang bukan?

c. Meminjam ke Lembaga bukan Bank

Anda juga bisa meminjam ke instansi bukan bank. Coba Anda cari informasi sebanyak-banyaknya tentang utang ke lembaga bukan bank di tempat Anda, contohnya

  • yayasan sosial,
  • kelurahan,
  • koperasi simpan pinjam, atau
  • lembaga keuangan lainnya

Namun Anda harus hati-hati dengan proyeksi pembayaran Anda ke depan. Beban bunga yang ditanggung untuk keterlambatan angsuran lazimnya relatif tinggi. Bila Anda tidak melunasi cicilan, sesudah melewati jangka waktu tertentu, maka barang yang Anda kredit bakal diambil dan dilelang.

Demikian informasi mengenai Sumber Dana untuk UKM, semoga postingan kali ini berguna untuk kawan-kawan semua. Kami berharap postingan ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *